Renungan
Renungan Joger, 16 Juli 2023
Janganlah terlalu sering dan terlalu memaksakan diri untuk menyesuaikan diri dengan orang lain, karena kalau itu kita lakukan, cepat atau lambat, diri kita pun akan berubah menjadi orang lain, alias bukan menjadi diri kita sendiri lagi. Oke?
Renungan Joger, Jumat, 14 Juli 2023
Semurah-murahnya topi buatan dalam negeri, kalau memang ingin kita pakai di ruang publik, pakailah di kepala, tetapi sebaliknya, semahal-mahalnya sepatu atau sandal, kalau memang sudah ingin kita pakai di ruang publik, pakailah di kaki!
Renungan Joger, Kamis, 13 Juli 2023
Awas 1001 awas! Kebahagiaan yang menyenangkan hati dan otak kita, adalah kebahagiaan sederhana yang tidak berlebihan, tetapi juga tidak sampai kekurangan. Oke? Terima kasih!
Renungan Joger, Rabu, 12 Juli 2023
Profit atau keuntungan dalam bentuk uang atau harta memang bisa membuat kita menjadi “kaya”, tetapi, belum tentu bisa membuat kita menjadi lebih baik, dan bahagia lahir maupun batin! Merdeka!
Renungan Joger, Selasa, 11 Juli 2023
Kalau memang benar-benar mau tetap memuja maupun memuji Tuhan Yang Maha Esa, Mahabaik, dan Mahabijaksana, lakukanlah tanpa menghina maupun meremehkan sesama manusia yang merupakan ciptaan-Nya.
Renungan Joger, Senin, 10 Juli 2023
Menyesuaikan diri dengan lingkungan maupun dengan sesama manusia bisa saja berjalan dengan baik dan damai, kalau kita sudah benar-benar mau, mampu, sempat, ikhlas dan mantap memahami dan berdamai dengan diri kita sendiri.
Renungan Joger, Minggu, 09 Juli 2023
Hidup adalah kesempatan! Kesempatan adalah waktu! Syukurilah hidup! Syukurilah kesempatan! Manfaatkanlah waktu-waktu kita secara baik, jujur, adil, dan penuh rasa syukur!
Renungan Joger, Sabtu, 08 Juli 2023
Kalau bisa, janganlah sampai mencabut nyawa sesama manusia yang sebenarnya hanya boleh dicabut oleh Beliau Yang Maha Kuasa saja! Oke?
Renungan Joger, Jumat, 07 Juli 2023
Orang yang belum pernah benar-benar bekerja keras maupun berjuang tidak akan pernah mengerti arti perjuangan. Dan biasanya mereka akan sangat sulit menghargai prestasi orang lain. Lalu
mereka pun cenderung jadi orang yang suka iri, dengki, maupun mentang-mentang.
Renungan Joger, Kamis, 06 Juli 2023
Semua orang berhak punya keinginan, tapi tentu saja keinginan yang benar-benar baik, wajar, dan realistis bukan keinginan yang aneh-aneh dan/atau yang terlalu muluk-muluk. Setuju?
Renungan Joger, Rabu, 05 Juli 2023
Pada dasarnya, semua peristiwa maupun kejadian di alam semesta ini terjadi atas kehendak dan/atau sepengetahuan Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.
Renungan Joger, 03 Juli 2023
Janganlah sumbangkan mata kiri kita, jika mata kanan kita sudah buta atau sudah tidak berfungsi secara baik lagi. Oke?
Renungan Joger, 27 Juni 2023
Marilah kita hormati, hargai, dan cintai Bali secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, wajar, optimal, dan logis! Terima kasih alias Matur Suksma!
Renungan Joger, 26 Juni 2023
Marilah kita hormati, hargai, dan cintai Bali secara benar-benar baik, jujur, adil, beradab, wajar, optimal, dan logis! Terima kasih alias Matur Suksma!
Renungan Joger, 25 Juni 2023
Kalau tidak suka diganggu, janganlah mengganggu! Kalau diri kita sendiri belum beres, janganlah sok ingin membereskan orang lain! Sebelum mengadakan inspeksi, sebaiknya lakukanlah introspeksi terlebih dahulu!
Renungan Joger, 24 Juni 2023
Tahukah Anda, apa sebabnya dunia yang sebenarnya diciptakan secara serba-baik oleh Tuhan Yang Mahabaik, tidak bisa tetap baik? Karena kita sebagai manusia yang sebenarnya punya hak untuk bersikap baik, malah tidak mau bersikap benar-benar baik. Setuju!
Renungan Joger, 23 Juni 2023
Sebagai rakyat jelata yang polos, politik kami adalah mencari nafkah secara baik, jujur, adil, beradab, ramah, bertanggungjawab, bersyukur, dan bermanfaat bagi sesama maupun bagi lingkungan hidup kita bersama secara wajar atau secara optimal saja.
Renungan Joger, 22 Juni 2023
Kekayaan yang tidak diimbangi dengan keahlian yang berbudaya, biasanya hanya akan membuat kepala dan mulut kita saja yang membesar. hehe.
Renungan Joger, 21 Juni 2023
Pada saat sedang sangat haus di gurun pasir, air segelas bisa jauh lebih berharga daripada segudang emas dan berlian! Setuju?
Renungan Joger, 20 Juni 2023
Kalau memang sudah terasa rumit, untuk apa malah dibikin jadi lebih rumit lagi? Apalagi kalau sudah terasa mudah dan sederhana, untuk apa malah dibikin-bikin sampai jadi rumit! Setuju?
Renungan Joger, 19 Juni 2023
Don’t worry be happy, tidak perlu takut tapi waspadalah! Setuju?
Renungan Joger, 18 Juni 2023
Laksanakanlah bisikan suara hati nurani kita secara beriktikad atau secara benar-benar merdeka!
Renungan Joger, 17 Juni 2023
Uang itu adalah benda atau alat-bayar yang kita tidak perlu punya terlalu banyak, yang penting cukup-banyak, karena kalau sedikit biasanya pasti tidak cukup, he..he..he. Merdeka!!!
Renungan Joger, 15 Juni 2023
Lebih baik sombong tetapi rendah hati, daripada rendah hati tetapi sombong. KEKON=KE-to KON-e. He..he..he.
Renungan Joger, 14 Juni 2023
Hemat pangkal kaya, tapi kalau sudah kaya janganlah terlalu hemat lagi! Karena terlalu hemat itu sama dengan kikir. Oke?
Renungan Joger, 13 Juni 2023
Saran singkat bagi mereka yang sedang kasmaran atau sedang jatuh cinta. Mata boleh tertarik, tapi kalau penciuman sudah menolak, janganlah dilanjutkan! Oke?
Renungan Joger, 12 Juni 2023
Bahaya judi sebenarnya mirip seperti bahaya Narkoba, yaitu terletak pada bahaya ketagihannya. Dimana orang yang sudah ketagihan biasanya akan lupa daratan ketika di darat, lupa lautan ketika di laut, dan lupa anak istri ketika di meja judi. Setuju?
Renungan Joger, 09 Juni 2023
kalau bisa, jadilah “manusia kadang-kadang”. Dalam arti kadang-kadang baik, kadang-kadang lebih baik, dan kadang-kadang terbaik, tetapi janganlah sampai terlalu baik dan/atau apalagi sampai terlalu tidak baik.
Renungan Joger, 08 Juni 2023
Yang namanya kapal, jika tertusuk paku walaupun kecil pasti akan rusak juga. Yang namanya gunung, jika setiap hari dikeruk tanahnya pada akhirnya pasti akan habis juga. Yang namanya lubang, jika selalu diisi air, pada suatu saat pasti akan penuh juga, Setuju???
Renungan Joger, 07 Juni 2023
Hati nurani kita yang terdalam adalah hakim paling jujur di dunia fana yang semakin hari semakin dipenuhi dengan manusia-manusia yang makin tidak mau dan tidak mampu menghargai suara hati nuraninya yang terdalam.